Sejarah Kerajaan Ottoman, Kekhalifahan Islam yang Menguasai 2 Benua

Sejarah Kerajaan Ottoman – Kerajaan Ottoman atau Turki Utsmaniyah adalah sebuah kerajaan yang lahir pada tahun 1453 setelah Mehmed II berhasil menaklukan Konstantinopel. Pada masa ini pasukan kerajaan yang bernama Janissary sangat ditakuti oleh dunia.

Pasukan ini terkenal karena berhasil menaklukan Konstantinopel yang pada masa itu terkenal tak bisa ditembus. Kerajaan Ottoman mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Sulaiman al-Qonuni bin Salim atau terkenal dengan nama Suleiman the Magnificent (Suleiman yang Agung).

Pemerintahan Sultan Suleiman berlangsung selama 48 tahun yaitu dari tahun 926 H sampai 974 H, dengan demikian beliau merupakan sultan terlama yang pernah memimpin Kesultanan Turki.
Kerajaan Turki menerapkan syari’at islam dalam pemerintahannya, karena itu dikenal juga sebagai Kesultanan Turki atau Kekhalifahan Turki.

Sulaiman Al Qanuni

sejarah kerajaan ottoman - suleiman al qanuni

via: guim.co.uk


Dalam masa pemerintahannya, Sultan Suleiman berhasil menjadikan Turki sebagai negara yang sangat kuat dan berkuasa. Ini terbukti dari luasnya wilayah kekuasaan Turki pada saat itu.

Kekuasaan Turki pada masa itu melebar sampai negeri tetangga seperti Mesir, Iraq, Syiria dan Palestina. Tidak heran jika ia menjadi salah satu penguasa paling berpengaruh di dunia. Kata-katanya di dengar oleh seluruh penjuru negeri dan kerajaan lainnya.

sejarah kerajaan ottoman - masjid suleiman al qanuni

Masjid Suleiman Al Qanuni via: medium.com


Kesultanan Turki juga memegang teguh pada syariat islam. Manajemen dan perundang-undangan negara begitu modern tanpa sedikitpun menyelisihi syariat islam yang memang dipegang teguh oleh keluarga Utsmani di setiap wilayah kekuasaan mereka.

Pada masa ini Ilmu pengetahuan, Sastra, Arsitektur dan pembangunan berkembang dengan begitu pesatnya.

Masa Pertumbuhan dan Awal Pemerintahan Turki

sejarah kerajaan ottoman - arsitektur

via: travelwithopus.com


Sultan Sulaiman dilahirkan di Kota Trabzon pada tahun 900 H bertepatan dengan 1495 M. Ayah Sultan Suleiman adalah Sultan Salim I dan ibunya bernama Hafshah. Saat Sultan Suleiman dilahirkan ayahnya adalah tamir dari daerah Trabzon.

Sultan Salim I memiliki perhatian khusus pada Suleiman, ia mengajarkan anaknya itu ilmu, sastra. Ia juga mengajarkan anaknya untuk mencintai ulama, ahli fiqih dan sastrawan. Ketika kecil, Suleiman dikenal sebagai seorang yang tekun dan memiliki kesungguhan.

Ketika Sultan Salim meninggal pada 22 September 1529 M, anaknya Sultan Suleiman lalu diangkat menjadi raja yang baru. Saat itulah secara langsung ia turun dalam memerintah negara. Pada awal pelantikannya, Sultan Suleiman membuka khotbahnya dengan ayat berikut:

Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”. (QS. An-Naml: 30).

Sultan Suleiman merupakan Sultan yang sangat bertanggung jawab sebagai kepala negara. Ia memperluas pengaruh dan wilayah kerajaan, serta menertibkan wilayah yang ingin melepaskan diri dari otoritas Turki.

Para musuhnya mengira karena usia yang masih muda (26 tahun), maka kesempatan untuk memberontak akhirnya muncul. Namun mereka salah besar, sultan Suleiman memliki kekuatan dan kematangan dalam memimpin sehingga rencana pemberontakan (melepaskan diri) pun gagal.

Beberapa prestasi Sultan Suleiman yaitu berhasil menghentikan pemberontakan Janbirdi al-Ghazali di Syam, Ahmad Basya di Mesir, dan seorang Syiah yang bernama Qulandar Jalabi di daerah Konya dan Kahramanmaraş.

Jihad Mengusir Penjajah Eropa dari Timur Tengah

sejarah kerajaan ottoman - wilayah kekuasaan

Wilayah kekuasaan Kekhalifahan Turiki via: squarespace.com


Pada masa pemerintahan Sultan Suleiman, terjadi beberapa kali peperangan untuk meluaskan wilayah kerajaan Utsmani. Peperangan itu berhasil meluaskan wilayah kerajaan sampai Eropa, Asia dan Afrika.

Pada tahun 1521 M, Kekhalifahan Utsmani telah berhasil menguasai Belgrade (ibu kota serbia). Tahun 1529 M pasukan Utsmani mengepung kota Vienna (ibu kota Austria), namun pengepungan ini gagal.

Pada kesempatan berikutnya, pasukan Utsmani mencoba menaklukan Vienna kembali, namun hasilnya tetaplah gagal. Ibu kota Hungaria, Budapest jatuh ketangan Utsmani dan menjadi salah satu propinsinya.

Peperangan dengan syiah terjadi 3 kali pada masa pemerintahan sultan Suleiman. Peperangan ini dilakukan di Asia dan terjadi pada tahun 1534 M yang menyebabkan Irak menjadi bagian dari Utsmaniah.

Wilayah Iran (Tabriz) juga menjadi bagian dari Utsmaniah pada tahun 1548 M. Sultan Suleiman berhasil memaksa Shah Tahmasp I (Raja Iran) untuk membuat perjanjian dan memberikan kuasa penuh atas Arywan, Tabriz dan Anatolia pada tahun 1555 M.

Pada masa ini, sebagian besar Tunisia, Eritria, Jibouti dan Shomalia di Benua Afrika menjadi bagian dari wilayah Turki Utsmani.

Semoga Kehebatan Kekhalifahan Utsmani bisa Ditiru Oleh Bangsa Indonesia.

One Response

  1. antika 23/12/2016

Leave a Reply