Terlalu Sibuk Ibadah Sampai Lupa Menyetubuhi Istri, Pria ini Ditegur Langsung oleh Rasulullah!

Seorang sahabat Nabi Muhammad SAW bernama Abdullah bin Amr bin Ash adalah sosok ahli ibadah. Abdullah seolah tidak pernah beristirahat. Ia menghabiskan waktunya untuk puasa, shalat wajib maupun sunnah.

Saking rajin beribadah, Abdullah kurang memperhatikan keluarga, terutama istrinya. Dalam urusan hubungan suami istri, Abdullah cenderung abai. Hal ini menyebabkan sang istri merisaukan apa yang dilakukan suaminya.

Melihat prilaku Abdullah yang hanya selalu rajin shalat, istri Abdullah sowan kepada Nabi Muhammad SAW. Di depan Nabi, Istri Abdullah mengeluhkan perilaku suaminya yang lebih mementingkan ibadah dibanding dirinya.

Setelah mendengar keluhan istri sahabatnya itu, pada suatu hari Nabi Muhammad memanggil Abdullah ke kediamannya. “Abdullah, apa betul dirimu selalu tekun beribadah sholat, puasa dan berdzikir?.”tanya Rasullah mengklarifikasi.

“Iya betul Ya Rasulullah. Saya tiap malam shalat tahajud, berdzikir tiap malam,” jawab Abdullah.

“Apa betul dirimu tidak pernah beristirahat dan tidak pernah ‘mengumpuli’ istrimu,” tanya Nabi Muhammad menimpali.

“Betul Rasulullah. Saya menunaikan ibadah seperti ini untuk menjalankan sunnah Nabi,” jawab Abdullah.

Mendengar jawaban demikian, Rasulullah menasihati Abdullah dengan kalimat halus. Rasulullah menyatakan perilaku Abdullah itu berlawanan dengan sunnahnya.

“Abdullah, saya itu juga sering menjalankan ibadah shalat, puasa dan ibadah lainnya. Tapi saya juga istirahat juga ‘berkumpul’ bersama istriku. Kalau dirimu beribadah terus tanpa memberi perhatian istrimu maka tidak kuakui sebagai umatku,” jawab Rasulullah yang dijawab dengan anggukan Abdullah.

Esok harinya, istri Abdullah kembali mendatangi rumah Rasulullah SAW. Ia mengucapkan terima kasih kepada Rasulullah atas perubahan suaminya yang tidak hanya rajin beribadah saja melainkan juga sudah mau memerhatikan dan mengumpuli dirinya.

Islam adalah agama yang lengkap, Islam mengatur semua urusan, mulai dari urusan ibadah, berdagang, bernegara, sampai urusan hubungan suami istri.

Dalam islam, adakah aturan mengenai banyaknya berhubungan intim dalam seminggu?

Dalam islam, tidak ada batasan dalam berhubungan intim dalam seminggu, ini tergantung pada kemampuan dan kesanggupan masing-masing orang.

Namun hubungan intim wajib dilakukan karena merupakan hak masing-masing pasangan. Simak hadist berikut:

Ibnu Qudamah dalam Al Mughni (7: 30)
والوطء واجب على الرجل – أي الزوج بأن يجامع زوجته – إذا لم يكن له عذر ، وبه قال مالك
“Hubungan seks wajib dilakukan oleh suami, yaitu ia punya kewajiban menyetubuhi istrinya selama tidak ada udzur. Demikian dikatakan oleh Imam Malik.”

Ada hadits pula dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Rasullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehatinya,

« يَا عَبْدَ اللَّهِ أَلَمْ أُخْبَرْ أَنَّكَ تَصُومُ النَّهَارَ وَتَقُومُ اللَّيْلَ » . فَقُلْتُ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ . قَالَ « فَلاَ تَفْعَلْ ، صُمْ وَأَفْطِرْ ، وَقُمْ وَنَمْ ، فَإِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا ، وَإِنَّ لِعَيْنِكَ عَلَيْكَ حَقًّا ، وَإِنَّ لِزَوْجِكَ عَلَيْكَ حَقًّا ، وَإِنَّ لِزَوْرِكَ عَلَيْكَ حَقًّا
“Wahai Abdullah, benarkan aku dapat kabar darimu bahwa engkau terus-terusan puasa dan juga shalat malam?” Abdullah bin Amr bin Al Ash menjawab, “Iya betul wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Jangan lakukan seperti itu. Engkau boleh berpuasa, namun ada waktu tidak berpuasa. Engkau boleh shalat malam, namun ada waktu untuk istirahat tidur. Ingat, badanmu punya hak, matamu punya hak, istrimu juga punya hak yang mesti engkau tunaikan. Begitu pula tenggorokanmu pun memiliki hak.” (HR. Bukhari no. 1975).

via: pixabay


Dalam Fathul Bari (9: 299) disebutkan perkataan Ibnu Batthol,

وَأَنَّهُ لَا يَنْبَغِي لَهُ أَنْ يُجْهِد بِنَفْسِهِ فِي الْعِبَادَة حَتَّى يَضْعُف عَنْ الْقِيَام بِحَقِّهَا مِنْ جِمَاع وَاكْتِسَاب
“Hendaklah suami tidak mempersusah diri dalam ibadah sehingga membuat ia lemas untuk menunaikan hak istrinya yaitu kebutuhan seks dan bekerja untuk keluarga.”


Ibnu Hajar juga menyebutkan,

وَاخْتَلَفَ الْعُلَمَاء فِيمَنْ كَفّ عَنْ جِمَاع زَوْجَته فَقَالَ مَالِك : إِنْ كَانَ بِغَيْرِ ضَرُورَة أُلْزِم بِهِ أَوْ يُفَرَّق بَيْنهمَا ، وَنَحْوه عَنْ أَحْمَد ، وَالْمَشْهُور عِنْد الشَّافِعِيَّة أَنَّهُ لَا يَجِب عَلَيْهِ ، وَقِيلَ يَجِب مَرَّة ، وَعَنْ بَعْض السَّلَف فِي كُلّ أَرْبَعٍ لَيْلَة ، وَعَنْ بَعْضهمْ فِي كُلّ طُهْر مَرَّة .
“Para ulama berselisih pendapat bolehkah suami meninggalkan menyetubuhi istrinya. Imam Malik berpandangan, “Jika tidak darurat melakukannya, suami bisa dipaksa berhubungan seks atau mereka berdua harus pisah.” Imam Ahmad juga berpendapat seperti itu. Sedangkan yang masyhur dari kalangan ulama Syafi’iyah, ia tidak wajib berhubungan intim. Ada pula yang berpandangan bahwa wajibnya sekali. Sebagian ulama salaf berpendapat, setiap empat malam, harus ada hubungan seks. Ulama lainnya berpandangan, setiap kali suci dari haidh, sekali hubungan seks.” (Idem)


Ibnu Taimiyah berpendapat,

ويجب على الزوج وطء امرأته بقدر كفايتها ما لم ينهك بدنه أو يشغله عن معيشته ، .. فإن تنازعا فينبغي أن يفرضه الحاكم كالنفقة وكوطئه إذا زاد
“Wajib bagi suami berhubungan seks dengan istrinya sesuai kemampuannya selama tidak mengganggu fisik dan tidak melalaikan dari kewajiban mencari nafkah. Jika ini tidak dipenuhi, maka seorang hakim peradilan bisa memaksanya sebagaimana dalam hal nafkah atau sebagaimana dalam hubungan seks yang berlebihan.” (Al Ikhtiyarot Al Fiqhiyyah, hal. 246).

Akan tetapi jika suami bepergian karena tujuan yang penting (sesuai syari’at), maka diperbolehkan meninggalkan istri beberapa waktu (tidak boleh terlalu lama).

Jika kepergian suami demi kemashalahatan umat muslimin, seperti jihad di jalan Allah, maka boleh meninggalkan istri selama tidak lebih dari empat bulan.

Contohnya, ketika pemerintahan Umar bin Al Khattab radhiyallahu ‘anhu. Umar memberikan waktu bagi para pasukannya untuk pergi meninggalkan keluarganya (istrinya) tidak lebih dari empat bulan. Kalau ternyata sudah mencapai empat bulan, maka pasukan tersebut siap diganti dengan yang lain. (Fatwa Al Islam Sual wal Jawab no. 1078 oleh Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid).

Disadur dari tulisan yang ditulis oleh Al Faqir Ilallah: M. Abduh Tuasikal, MSc dan ceramah KH Sya’roni Ahmadi

Hikmah yang bisa diambil dari kisah ini, perhatian dalam masalah hubungan keluarga juga sama lebih pentingnya dari beribadah kepada Allah. Termasuk pula hubungan suami istri, menjadi kewajiban bersama sehingga tetap terjaga keluarga sakinah, mawaddah warohmah.

Share agar makin banyak suami sayang istri!

Pola Makan Rasulullah

pola makan rasulullah - featured

Hidup sehat adalah impian bagi semua orang. Tidak terhitung berapa banyaknya biaya yang dihabiskan untuk berobat setiap tahunnya.

Gangguan kesehatan dapat menyerang siapapun tanpa memandang ras, usia atau status sosial. Tidak terhitung pula berapa banyak yang rela menjual aset-aset hasil kerja keras sewaktu muda dikarenakan sakit parah ketika tua.

Tidak hanya itu, untuk mendapatkan kesembuhan, sebagian orang rela berhutang dalam jumlah besar. Beberapa penyakit memang membutuhkan biaya sangat besar untuk pengobatannya, contohnya saja: Kanker.

Mencegah tubuh terserang penyakit tentunya pilihan yang jauh lebih baik dibanding berobat karena sakit. Sebenarnya menjaga kesehatan tubuh tidaklah sulit. Kesehatan itu berasal dari pola hidup dan makan makanan yang baik.

Rasulullah SAW sebagai suri tauladan(uswatun hasanah) telah mencotohkan pola hidup dan makan yang sehat pada kesehariannya. Seumur hidupnya, Rasulullah SAW hanya pernah merasakan sakit sebanyak 2 kali, yaitu ketika menjelang ajal dan ketika diracuni oleh wanita Yahudi ketika perang Khaibar.

Mencotoh pola hidup dan makan dalam keseharian Rasulullah SAW sama aja dengan menjalani terapi pencegahan penyakit dengan makanan(attadawi bil ghidza).

Berikut adalah 10 pola hidup dan makan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW:

1. Bersiwak

pola makan rasulullah - Siwak
via: lukisanislam

Pada pagi hari Rasulullah SAW biasa bersiwak. Siwak adalah sikat gigi pada zaman dulu yang terbuat dari akar pohon tertentu. Fungsi bersiwak sama dengan bersikat gigi, yaitu untuk membersihkan sisa makanan pada mulut dan gigi.

Makanan yang tersisa dalam waktu lama dapat menyebabkan gigi berlubang. Gigi yang berlubang dapat menyebabkan nyeri berkepanjangan, ini dikarenakan banyaknya saraf pada lapisan terdalam gigi atau pulpa.

2. Meminum Segelas Air

pola makan rasulullah - gelas air
via: pixabay

Rasulullah SAW terbiasa meminum segelas air yang dicampur madu ketika sarapan. Madu asli memiliki khasiat yang luar biasa, ia disebut Syifaa (penyembuh).

Ditinjau dari ilmu kedokteran, madu memiliki fungsi untuk membersihkan lambung, menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan.

“Sesungguhnya Rasulullah saw minum air zamzam sambil berdiri. “(Diriwayatkan oleh Ahmad bin Mani’, dari Husyaim, dari `Ashim al Ahwal dan sebagainya,dari Sya’bi, yang bersumber dari Ibnu `Abbas r.a.)

“Sesungguhnya Rasulullah saw menarik nafas tiga kali pada bejana bila Beliau minum. Beliau bersabda : “Cara seperti ini lebih menyenangkan dan menimbulkan kepuasan.” (Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa’id, dan diriwayatkan pula oleh Yusuf bin Hammad,keduanya menerima dari `Abdul Warits bin Sa’id, dari Abi `Ashim, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)

“Minuman yang paling disukai Rasulullah saw adalah minuman manis yang dingin.”(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi `Umar, dari Sufyan, dari Ma’mar, dari Zuhairi, dari `Urwah, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)

3. Mengkonsumsi 7 Butir Kurma Ajwa’

pola makan rasulullah - kurma
via: istafa.com

Menjelang siang atau ketika sudah masuk waktu dhuha, Rasulullah SAW biasa mengkonsumsi 7 butir kurma ajwa’(matang).

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun”.
Hal ini terbukti ketika seorang wanita Yahudi melakukan percobaan pembunuhan dengan meracuni makanan Rasulullah SAW pada perang Khaibar.

Zat-zat yang terkandung dalam kurma mampu menetralisir racun tersebut sehingga nyawa Rasulullah SAW dapat terselamatkan.

Namun salah seorang sahabat beliau gugur karena ikut memakan makanan yang telah diracuni tersebut.

4. Minyak Zaitun

pola makan rasulullah - minyak zaitun
via: penabiru

Menjelang sore hari, Rasulullah SAW biasa mengkonsumsi makanan pokok seperti roti yang dicampur dengan cuka dan minyak zaitun.

“Sesungguhnya Rasulullah bersabda: “Saus yang paling enak adalah cuka.” Abdullah bin ‘Abdurrahman berkata : “Saus yang paling enak adalah cuka.”(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Shal bin ‘Askar dan ‘Abdullah bin’Abdurrahman,keduanya menerima dari Yahya bin Hasan,dari Sulaiman bin Hilal, Hisyam bin Urwah, dari bapaknya yang bersumber dari ‘Aisyah r.a.)

“Rasulullah SAW bersabda : “Makanlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya. Sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi.”(Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Abu Ahmad az Zubair, dan diriwayatkan pula oleh Abu Nu’aim, keduanya menerima dari Sufyan, dari ‘ Abdullah bin ‘Isa, dari seorang laki-laki ahli syam yang bernama Atha’, yang bersumber dari Abi Usaid r.a.)

Campuran roti dengan cuka dan minyak zaitun dapat mencegah lemah tulang, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan mencegah kepikunan.

Selain manfaat diatas, campuran roti dengan cuka dan minyak zaitun juga dapat mencegah kanker dan mengahangat tubuh di musim dingin.

“Keluarga Nabi SAW tidak pernah makan roti sya’ir sampai kenyang dua hari berturut-turut hingga Rasulullah saw wafat.” (Diriwayatkan oleh Muhammad bin al Matsani, dan diriwayatkan pula oleh Muhammad bin Basyar, keduanya menerima dari Muhammad bin Ja’far, dari Syu’bah, dari Ishaq, dari Abdurrahman bin Yazid, dari al Aswad bin Yazid, yang bersumber dari ‘Aisyah r.a.)

Abdurrahman bin Yazid dan al Aswad bin Yazid bersaudara, keduanya rawi yang tsiqat.”Rasulullah saw. tidak pernah makan di atas meja dan tidak pernah makan roti gandum yang halus, hingga wafatnya.”(Diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman, dari’Abdullah bin ‘Amr –Abu Ma’mar-,dari ‘Abdul Warits, dari Sa’id bin Abi ‘Arubah, dari Qatadah, yang bersumber dari Anas r.a.)

Dalam bahasa Indonesia, sya’ir, khintah dan bur berarti gandum, sementara sya’ir adalah gandum dengan mutu paling rendah yang biasanya dijadikan pakan ternak namun dapat juga dihaluskan untuk makanan manusia. Roti yang terbuat dari sya’ir memiliki mutu kurang bagus.

5. Sayur Mayur

pola makan rasulullah - sayuran
via: pixabay

Pada malam hari, Rasulullah SAW terbiasa memakan sayur. Menurut beberapa riwayat, sayuran yang dimakan oleh Rasulullah adalah sana al makki dan sanut.

Menurut Prof. Dr. Mushtofa dari Mesir, sayuran tadi memiliki kandungan, zat dan fungsi yang sama yaitu dapat untuk meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus melindungi tubuh dari serangan penyakit.

6. Tidak Langsung Tidur Setelah Makan Malam

pola makan rasulullah - tidur
via: pixabay

Sehabis makan malam, Rasulullah SAW biasanya melakukan beberapa aktivitas, ini dimaksudkan agar makanan yang dikonsumsi dapat dicerna dengan baik. Aktivitas yang dilakukan bisa berupa shalat atau kegiatan positif lainnya.

7. Tsarid

pola makan rasulullah - tsarid
via: blogspot

Disamping menu makanan rutin Rasulullah SAW yang dibahas pada poin sebelumnya, ada juga beberapa makanan yang tidak rutin beliau konsumsi, diantaranya adalah tsarid.

Tsarid merupakan campuran dari roti, daging dan kuah air masak. Selain tsarid, beliau juga suka memakan buah yaqhtin atau labu air, buah ini dapat mencegah penyakit gula.

Selain itu, Rasulullah SAW juga gemar memakan buah anggur dan hilbah(susu).

“Nabi saw memakan qitsa dengan kurma (yang baru masak).”(Diriwayatkan oleh Isma’il bin Musa al Farazi, dari Ibrahim bin Sa’id, dari ayahnya yang bersumber dari ‘Abdullah bin Ja’far r.a.)

Qitsa adalah buah-buahan yang mirip dengan mentimun namun memiliki ukuran lebih besar.

“Sesungguhnya Nabi saw memakan semangka dengan kurma (yang baru masak)”(Diriwayatkan oleh Ubadah bin ‘Abdullah al Khaza’i al Bashri, dari Mu’awiyah bin Hisyam,dari Sufyan, dari Hisyam bin ‘Urwah, dari bapaknya, yang bersumber dari ‘Aisyah r.a.)

Selain menu makan sehat di atas, ada pula aturan-aturan dalam makan yang harus dipatuhi, diantaranya:

  • Dilarang makan SUSU dengan DAGING
  • Dilarang makan DAGING dengan IKAN (daging ayang memiliki ion +, daging ikan mengandung ion -, jika dikonsumsi bersamaan dapat menyebabkan reaksi biokimia yang dapat merusak usus)
  • Dilarang makan IKAN dengan SUSU
  • Dilarang makan AYAM dengan SUSU
  • Dilarang makan IKAN dengan TELUR
  • Dilarang makan IKAN dengan DAUN SALAD
  • Dilarang makan SUSU dengan CUKA
  • Dilarang makan BUAH dengan SUSU( ini dapat menyebabkan penggumpalan kecuali buah-buahan yang mengandung lemak seperti alpukat, duren, kelapa dll)

Selain itu, ada pula tips tambahan seperti:

  1. Jangan makan buah setelah makan nasi
  2. Jangan makan makanan darat bercampur dengan makanan laut
  3. Mandi sebelum subuh atau sejam sebelum matahari terbit
  4. Makan dengan tangan dan menjilat jari setelah makan
  5. Rutin Berolahraga
  6. Tidak begadang

    Begadang dapat meningkatkan resiko terkena gangguan stroke, Alzheimer, memicu hipertensi, memicu diabetes dan menganggu metabolisme tubuh

Baca Juga: 13 Tips Cara Hidup Sehat Ala Rasulullah

Pada awalnya memang sulit untuk mengikuti pola hidup seperti disebutkan di atas. Namun perlu diingat, bahwa menyembuhkan tubuh yang sakit jauh lebih sulit.

Sudah Siapkah Anda Hidup Sehat Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW?

Hidup Sehat Ala Rasulullah

Rasulullah SAW diciptakan oleh Allah Subhanahu Wata’ala sebagai contoh dan teladan bagi umat manusia seluruh alam. Rasulullah SAW memiliki berbagai kesempurnaan, diantaranya adalah kejujurannya yang bahkan diakui oleh musuh-musuh beliau sekalipun. Selain kejujuran, beliau juga memiliki sifat, prilaku dan tutur kata yang baik.

Jasa-jasa beliau sangatlah banyak bagi umat manusia, salah satunya adalah menghilangkan sistem perbudakan, bahkan seorang penulis Amerika bernama Michael H. Hart meletakkan Rasulullah SAW pada posisi pertama dalam bukunya yang berjudul 100 Orang Paling Berpengaruh di dunia.

Salah satu ajaran dari Rasulullah SAW adalah pola hidup yang sehat. Rasulullah SAW hanya pernah sakit sebanyak 2 kali seumur hidupnya, yaitu ketika diracuni oleh seorang wanita Yahudi dan ketika menjelang akhir hayatnya.

Pernah suatu ketika Madinah kedatangan seorang dokter yang dikirimkan oleh Kaisar Romawi. Dokter tersebut kebingungan karena sulit sekali menemukan pasien di Madinah. Lalu dokter tersebut bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai rahasia dari kaum muslimin yang jarang sakit.

Bagi sebagian orang, sehat adalah sesuatu yang mahal. Beberapa orang menghabiskan sebagian uangnya untuk terapi, diet, membeli suplemen mahal dll yang semuanya bertujuan untuk mendapatkan tubuh sehat.

Tidak sedikit para lansia yang menghabiskan uang pensiunnya untuk berobat ke rumah sakit.

Sebegitu sulitnyakah menjaga kesehatan?

Tentu menjaga kesehatan tidaklah sulit, Rasulullah SAW sebagai teladan telah memberikan contoh hidup yang sehat, ini sesuai dengan firman Allah:

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Al-Ahzab 33:21)

Cukup ikuti pola hidup Rasulullah SAW, insya Allah anda akan terhindar dari berbagai penyakit.

Berikut pola hidup sehat dari Rasulullah SAW:

1. Makan Makanan Halal & Baik

hidup sehat ala Rasulullah - makan sehat
via: pexels.com

Rasulullah SAW hanya memakan makanan yang halal dan baik, seperti: Ikan laut segar, buah-buahan(tin, zaitun, kurma, anggur, delima), madu, daging, susu dan biji-bijian(gandum).
Rasulullah SAW bersabda:

Makanlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya. Sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi.”(Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Abu Ahmad az Zubair, dan diriwayatkan pula oleh Abu Nu’aim, keduanya menerima dari Sufyan, dari ` Abdullah bin `Isa, dari seorang laki-laki ahli syam yang bernama Atha’, yang bersumber dari Abi Usaid r.a.)

Pada pagi hari, Rasulullah SAW sarapan dengan segelas air yang dicampur oleh sesendok madu asli. Selain dapat menjaga daya tahan tubuh, madu juga dapat menjadi obat bagi berbagai macam penyakit. Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu dapat membersihkan lambung, menyembuhkan sembelit, wasir, peradangan dan mengaktifkan usus-usus.

hidup sehat ala Rasulullah - makan sehat kurma
via: pexels.com

Minuman yang paling disukai Rasulullah saw adalah minuman manis yang dingin.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi `Umar, dari Sufyan, dari Ma’mar, dari Zuhairi, dari `Urwah, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)

Memasuki waktu dhuha, Rasulullah SAW akan mengkonsumsi tujuh butir buah kurma ajwa’(matang). Selain menyehatkan, buah kurma juga dapat menetralisir racun.

Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun”

Hal ini dibuktikan ketika seorang wanita Yahudi mencoba membunuh Rasulullah SAW dengan cara meracuni makanan beliau pada perang Khaibar.

Racun tersebut dapat dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam buah kurma, namun salah seorang sahabat yang bernama Bisyir ibu al Barra meninggal karena racun tesebut.

Pada malam hari, Rasulullah biasa memakan sayur-sayuran. Sayuran memiliki kandungan yang dapat meningkatkan daya tahan dan kesehatan tubuh. Sayuran juga mengandung serat yang dapat melancarkan pencernaan.

Setelah makan malam, Rasulullah akan melakukan beberapa aktivitas terlebih dahulu. Ini berfungsi untuk mempermudah makanan ketika dicerna oleh lambung. Aktivitas yang dilakukan Rasulullah biasanya berupa shalat.

2. Tidak berlebihan

hidup sehat ala Rasulullah - tidak berlebihan
via: pixabay.com

Jangan mengkonsumsi makanan berlebihan, Rasulullah mencotohkan dengan makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang.

3. Patuh Pada Perintah Allah

hidup sehat ala Rasulullah - patuh pada Allah
via: standup4islam

Poin nomor 3 ini erat kaitannya dengan poin nomor 1. Rasulullah SAW selalu membaca do’a sebelum makan dan menghindari makanan yang buruk.

Makanan buruk bukan berarti berasal dari jenis yang haram seperti babi dan anjing. Makanan buruk bisa berasal dari jenis makanan halal, seperti daging ternak yang disembelih tidak dengan menyebut nama Allah, lalu daging ternak yang disebelih untuk selain Allah (persembahan kepada jin).

4. Tidur Lebih Cepat dan Bangun Lebih Awal

hidup sehat ala Rasulullah - bangun pagi
via: unsplash.com

Rasulullah SAW tidak menyarankan umatnya untuk begadang. Karenanya, beliau tidak menyukai makan dan berbincang-bincang selepas waktu Isya.

Jika sudah saatnya tidur, maka Rasulullah SAW akan langsung tidur. Tidur yang tepat ialah selepas Isya, kurang lebih pukul 21.30, lalu sebaiknya bangun pada 1/3 malam sekitar jam 3 untuk shalat malam.

Dengan begitu waktu yang digunakan untuk tidur dalam sehari kurang dari 8 jam. Dalam pembagian waktu 24jam untuk 1 hari 1 malam, 1/3 untuk bekerja, 1/3 untuk beribadah kepada Allah dan 1/3 lagi untuk tidur yang cukup. Tentunya pembagian waktu ini tidak kaku, melainkan fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan.

5. Rutin Berolahraga

hidup sehat ala Rasulullah - berenang
via: unsplash.com

Rasulullah SAW merupakan sosok yang gemar berolahraga, beliau tidak segan mengajak istrinya Aisyah RA dan juga menganjurkan anak-anak agar dilatih memanah, menunggang kuda dan berenang.
Rasulullah juga melakukan berbagai jenis olahraga dan beliau terkenal sebagai jago gulat. Ini menunjukkan bahwa tubuh beliau tidak hanya sehat, namun juga kuat. Beliau juga pernah berlomba lari dan memanah.
MUSLIM YANG KUAT LEBIH DICINTAI DARI MUSLIM YANG LEMAH
Rasulullah bersabda : “Ketahuilah bahwa yang dimaksud kekuatan itu adalah memanah, beliau mengucapkannya tiga kali.” (HR. Muslim). Di dalam hadits lain juga dijelaskan : “Kamu harus belajar memanah, karena memanah itu termasuk sebaik-baik permainanmu.” (HR. Bazzar dan Thabrani).

6. Rajin Berpuasa

hidup sehat ala Rasulullah - puasa
via: aletheia.org

Puasa wajib/sunnah yang ditekankan adalah puasa sehat tanpa mendzolimi diri sendiri. Dianjurkan sahur dan menyegerakan berbuka dengan air putih dan kurma.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Puasa dapat mengobati berbagai penyakit seperti:

  1. Tekanan darah tinggi
  2. Diabetes
  3. Asma dan saluran pernapasan
  4. Jantung dan pengerasan arteri
  5. Penyakit hati
  6. Penyakit Kulit
  7. Penyakit paru-paru
  8. Mencegah kanker

Dalam dunia kedokteran, puasa juga dianggap sebagai senjata paling ampuh.

7. Membersihkan Gigi

hidup sehat ala Rasulullah - siwak
via: wikihow

Rasulullah SAW sangat Memperhatikan kesehatan gigi dan membersihkannya dengan menggunakan siwak (akar dari pohon salvadora persica)). Waktu yang disarankan adlah sebelum sholat, sebelum tidur dan ketika bangun tidur.

8. Sholat Khusyuk

hidup sehat ala Rasulullah - solat
via: wikihow

Rasulullah SAW senantiasa mendirikan ibadah sholat di awal waktu dan berjamaah plus sholat unnah. Ibadah wajib untuk seluruh mukmin bahkan dalam keadaan sakit. Ibadah ini dapat menjaga kesehatan JIWA dan RAGA.

9. Habbatussauda

hidup sehat ala Rasulullah - habbatus
via: theluckystore

Selain “gaya hidup” Rasulullah SAW yang sepenuhnya sehat, beliau juga menganjurkan untuk rutin mengkonsumsi herbal, diantaranya habbatussauda(jintan hitam), kurma, madu dan berbekam jika sakit.

10. Tidak pemarah

hidup sehat ala Rasulullah - Sabar
via: pixabay

Rasulullah memberi nasehat “Jangan marah”, nasehat ini diulangi sampai 3 kali. Ini menunjukan bahwa marah membawa efek buruk bagi kesehatan. Orang pemarah terbukti sering mengalami sakit seperti darah tinggi, gangguan pencernaan, sakit kepala, sakit jantung dan depresi.

11. Menjaga Kebersihan

hidup sehat ala Rasulullah - cukur
via: pixabay.com

Rasulullah SAW selalu tampak bersih dan rapi. Setiap hari kamis atau jumat, beliau bersiwak, memakai minyak wangi, mencukur rambut di pipi dan memotong kuku.

12. Bersosialisasi

hidup sehat ala Rasulullah - ramah
via: pexels

Sebuah studi dari Harvard School of Public Health menunjukkan bahwa para pria dengan usia diatas 70 tahun yang gemar bersosial kecil kemungkinan mengalami sakit jantung.

Ini dicontohkan oleh Rasulullah SAW, beliau memiliki banyak sahabat dan senantiasa bersilaturahmi dengan kerabatnya.

13. Berbekam

hidup sehat ala Rasulullah - bekam
via: rumahbekam

Rasulullah SAW bersabda:
“Kesembuhan dapat diperoleh dengan tiga cara: pertama dengan meminum madu (dengan obat herbal), kedua dengan berbekam/hijamah, dan ketiga dengan (terapi) besi panas. Dan aku tidak menganjurkan umatku untuk melakukan pengobatan dengan besi panas.” (HR. Bukhori)

Tentunya berbekam dengan rutin dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta menghindarkan tubuh dari berbagai penyakit.

Ternyata hidup sehat tidaklah sulit, anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk berobat atau membeli vitamin. Cukup ikuti sunnah Rasulullah SAW maka insya Allah hidup anda akan sehat jasmani dan rohani.

Sudah Siapkah Anda Hidup Sehat Seperti Rasulullah?